Sudah Miskin, Boros Lagi
ADA satu indikator untuk melihat tingkat kemakmuran suatu bangsa, yaitu berapa persentase rakyatnya yang menabung (saving). Semakin tinggi penabung, berarti makmur.
Untuk Indonesia? Wah… “hare gene” kok bisa menabung? Realitasnya adalah rakyat kita sangat boros! Buktinya, tolong diteliti berapa triliun uang dihabiskan hanya untuk kampanye dan pemilu, untuk merokok, untuk kirim SMS “REG spasi”, macam-macam [...]
SMS Presiden Cuma Enak Dibaca
Saya mantan pegawai negeri sipil (PNS) dari Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor akan pensiun (IVc ke IVd) pada umur 65 tahun (1/2/2008). Diusulkan dari kantor ke Badan Litbang Deptan bulan April 2007, tetapi sampai saat ini belum ada kabar telah selesai, bahkan kalau ditanyakan di Sekretariat Negara (Setneg) tidak ditanggapi. Sejak bulan Februari 2008 [...]
Pengiriman SMS Diselesaikan
Terkait surat Ibu Sumyati, Pulsa Dikurangi SMS 9200 (Kompas, 2/5), kami memahami ketidaknyamanan yang dialami. Masalah pengiriman SMS dimaksud telah diselesaikan pada tanggal 27 Maret 2008.
Kami juga sudah berusaha menghubungi yang bersangkutan untuk menjelaskan permasalahannya, tetapi tidak dapat dihubungi.
Dini Qurniati Country Manager Penyedia Content SMS Premium 9200
SMS Beruntun Menyedot Pulsa
Sejak dulu saya tidak pernah terkecoh dengan berbagai iming-iming hadiah yang ditawarkan oleh pengirim SMS apakah itu dari nomor resmi apalagi dari nomor liar. Pada tanggal 24 Februari 2008 pukul 14.57.20 saya menerima SMS dari Mocoplus dengan kalimat sebagai berikut: ”Ada 15 tiket wisata kapal pesiar via Singapura & HP 3G setiap Minggu u/kamu, ketik [...]
Pesan SMS Menyedot Pulsa
Saya pelanggan kartu seluler prabayar Mentari (nomor 0815 871xxxx). Pada hari Jumat (7/3) pagi setelah mengaktifkan ponsel, saya menerima pesan lewat SMS dari 0816122 yang isinya: ”Anda telah menerima 1 pesan, silakan hubungi 0816122.” Semula saya ingin mengabaikan pesan ini, tetapi karena ingin mengetahui berapa biaya untuk mendengarkan pesan, saya menghubungi nomor dimaksud, 0816122.
Sebelumnya saya [...]
Lebih Obyektif Dibanding SMS
Artikel di Kompas, Minggu (6/4), ”Fasisme Media dalam Demokrasi SMS” oleh Bapak F Budi Hardiman, staf pengajar STF Driyarkara, perlu diklarifikasi. Kami menyesalkan atas ketidakjelian penulis dalam mengamati program acara ”Mamamia” dan ”Stardut” yang ditayangkan Indosiar, sehingga dapat menimbulkan persepsi yang keliru.
Tulisan dimaksud terkesan menyamaratakan program ”Mamamia” dan ”Stardut” dengan program reality show lainnya yang [...]
