Penipuan Gaya Baru: Bertemu di Kafe dan Pinjam Ponsel
- Isi Komentar
Pada Sabtu, 27 September 2008 sekitar pukul 18.30, saya menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai pilot Garuda dengan nama Indra Nugraha. Dia meminta saya berjumpa dengannya malam itu juga di Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan. Alasan perjumpaan, dia akan mudik ke Surabaya.
Setelah kami bertemu, dia lupa akan alasannya pada pembicaraan di telepon: mudik ke Surabaya. Sekarang dia bilang mau terbang ke Guang Zhou. Kami bertemu di The Coffee Bean.
Orang itu berpakaian perlente dengan nama lengkap terpasang di dada. Bicaranya amat sopan. Katanya, dia punya tiga anak yang akan dimasukkan kursus di tempat saya bersama empat anak temannya. Dia bilang kemudian, sebentar lagi temannya segera menyusul. Masih terperangkap macet di jalan.
Dengan dalih baterai ponselnya habis, dia bilang temannya bernama Iwan akan meneleponnya melalui ponsel saya. Iwan pun menelepon saya dan meminta bicara dengan Indra. Dengan alasan sinyal kurang bagus, Indra menelepon di luar kafe sambil menitipkan barang-barangnya di meja tempat kami minum kopi.
Kecurigaan saya mulai muncul setelah 30 menit dia tak kembali. Saya mencoba menelepon nomor XL saya berkali-kali, tetapi tak ada jawaban.
Pihak The Coffee Bean sangat kooperatif membantu saya dan akhirnya kami bersama-sama membuka isi tas yang Indra titipkan. Tas itu berisi koran bekas dan dus kosong.
Setelah sadar bahwa Indra telah menipu, saya mencoba menelepon layanan pelanggan XL supaya nomor saya diblok. Keesokan paginya saya menerima banyak telepon ke nomor ponsel saya yang lain. Isinya, mereka telah menerima SMS dari nomor XL saya dan menyebutkan bahwa saya dalam keadaan terdesak dan meminjam uang Rp 1 juta-Rp 5 juta untuk ditransfer ke rekening BCA atas nama A Hartama dengan nomor rekening 1340827429 dan akan diganti keesokan harinya. Dian Sukmawan Jalan Suka Menanti 101, Cengkareng, Jakarta
[ Sumber kompas ]
