Pengalaman Buruk di RS Siloam
- Isi Komentar
Saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman terburuk di RS Siloam Kebon Jeruk (dahulu Graha Medika), Jakarta Barat. Pada tanggal 12 Juli 2008 pukul 20.30, ibu saya masuk ke UGD RS Siloam dengan bisa berjalan sendiri untuk mendapat bantuan perawatan berkaitan dengan gangguan pada paru-parunya atas rekomendasi dari dr Ir yang merupakan dokter keluarga. Saat masuk UGD ditangani oleh dr An sebagai dokter jaga.
Kemudian dokter bersangkutan menghubungi dr Bm yang merupakan salah satu anggota tim dokter paru-paru di rumah sakit ini. Sekitar pukul 21.30 dr Bm tiba di UGD dan langsung menangani pasien setelah berkoordinasi dengan dr An. Setelah melakukan pemeriksaan diinformasikan bahwa harus dilakukan CT Scan untuk mengetahui secara pasti penyakit paru-paru pasien. Akan tetapi, ditambahkan, CT Scan baru bisa dilakukan hari Senin dengan alasan bagian radiologi untuk hari Sabtu dan Minggu tidak beroperasi.
Namun, setelah saya cek keesokan harinya, bagian radiologi pada hari Sabtu (127) tetap beroperasi selama 24 jam, begitu juga pada hari Minggu. Mengapa harus menunda melakukan CT Scan dengan alasan bagian radiologi tidak beroperasi? Apakah ini awal kelalaian yang akhirnya mengakibatkan hal yang sangat fatal bagi ibu saya? Sambil menunggu, disarankan pasien dirawat di CCU agar lebih terpantau.
Lalu yang terjadi pada tanggal 13 Juli 2008 pukul 07.00 belum 5 menit saya melihat ibu yang atas inisiatif sendiri tiba-tiba kondisinya menurun dan pukul 07.45 atau kurang dari 12 jam sejak dirawat ibu saya meninggal dunia. Tanpa ada informasi apa pun dari pihak rumah sakit kepada keluarga yang menunggu di depan ruang CCU tiba-tiba ibu saya meninggal. Tanggal 5 September 2008, saya dan keluarga bertemu dengan pihak rumah sakit yang menjelaskan, semua yang dilakukan sudah sesuai prosedur yang ditetapkan RS Siloam Kebon Jeruk.
Riky Karet Depan RT 010 RW 004, Setia Budi, Jakarta
[ Sumber kompas ]
