Nov 29 2008

Para Caleg “Ngaca” Diri Dulu “Dong”

BERJUANG dan berusaha memperbaiki kehidupan diri, sah-sah saja, bahkan wajib hukumnya. Tetapi, kalau usaha itu untuk meraih sesuatu kedudukan yang jika didapat nanti membawa konsekuensi harus memerhatikan kepentingan orang banyak, seharusnya kita lebih jujur dalam menilai diri sendiri. Kalau kita merasa tidak memiliki kapasitas yang dibutuhkan oleh kedudukan itu, sebaiknya buru-buru kita surut dan memberikan peluang kepada orang lain yang lebih mampu. Ini kalau kita menganggap suatu kedudukan yang terhormat itu sebagai amanah!

Sekarang ini kan lain, bahkan untuk merebut kedudukan terhormat (caleg, capres, dll.) orang rela menjadi penipu dengan ijazah palsunya, atau nekat terus mencalonkan diri walaupun dia tahu dirinya tidak memenuhi syarat yang dibutuhkan! Kedudukan-kedudukan terhormat itu kan seharusnya diincar oleh seseorang, siapa pun dia, agar berkesempatan bisa secara optimal mengabdi kepada negara dan bangsanya. Kalau dalam mengawali usaha untuk meraih kedudukan tersebut sudah menghalalkan segala cara dan berusaha melanggar aturan, lalu figur pimpinan seperti apa yang akan kita peroleh?

Oleh karena itu, saya mengimbau kepada Saudara-saudara semua untuk mengakhiri usaha dengan cara tidak terpuji. Sayangilah tanah airmu dan sayangilah bangsamu! Kita sudah tertinggal jauh dari bangsa lain. Rakyat sudah lama merindukan kehidupan yang lebih sejahtera, aman, adil, dan terhormat! Jadi biarkanlah hanya orang-orang yang sehat, cakap, dan berakhlak terpuji yang memimpin negeri ini. Hanya orang-orang seperti itu yang akan bisa membesarkan negara dan bangsa ini! Di sini peran pembuat aturan atau undang-undang sangat dibutuhkan, lugas dalam substansinya dan lugas dalam aplikasinya. Jangan lagi ada kompromi-kompromi politik yang bisa melemahkan sistem penjaringan, penyaringan, pemilihan, dan menjadi tidak bermutu. Lebih terhormat menjadi warga negara biasa yang baik daripada menjadi pemimpin yang nggak becus. Terima kasih “PR”.

H. Soemargyadi
Jln. Pak Gatot VI No. 235B
Gegerkalong
Bandung

[ Sumber : pikiran-rakyat ]

Nov 29 2008

Menghindari PHK, Berwirausahalah!

RESESI dunia yang semakin dahsyat melanda hampir semua negara di dunia membuat semua kalangan merasakan dampaknya.Walau belum signifikan,namun diprediksi akan semakin terasa akibatnya.

Dari pejabat hingga rakyat jelata, dari pengusaha sampai buruh kerja. Harga bahan baku yang semakin merangkak naik dan daya beli masyarakat yang mulai menurun, membuat para pengusaha mulai berpikir bagaimana caranya menjaga kestabilan keuangan perusahaan.

Dari memangkas biaya produksi sampai mulai mengurangi jumlah karyawan, atau biasa kita dengar istilah eufemistisnya ”merumahkan” serta melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Cara terakhir inilah yang sering dilakukan para pengusaha. Mereka beranggapan inilah yang terbaik.

Padahal di balik itu semua,harusnya mereka sadari betapa banyak keluarga yang akan mereka korbankan untuk kepentingan perusahaan. Benar-benar keputusan yang sangat sulit di saat yang seperti ini. Pemerintah pun hanya bisa mengimbau kepada kalangan pengusaha untuk tidak melakukan PHK di saat seperti ini.

Sekali lagi,hanya mengimbau.Tidak ada langkah konkret yang dilakukan. Sudah saatnya para buruh untuk berpikir luas dan lebih kreatif.Mulailah berpikir untuk berwirausaha.Para buruh tidak perlu takut untuk menghadapi bayang-bayang ancaman PHK dari perusahaan, jika mereka bisa berwirausaha.

Walau hanya usaha skala kecil,tentu sedikit demi sedikit akan berkembang.Jangan pernah lupa bahwa pengusaha- pengusaha yang saat ini menggaji dan mempekerjakan mereka adalah orang-orang yang dulunya mulai dari hal yang kecil.Masih banyak peluang usaha yang dapat digali. Ma-sih banyak juga para pengangguran,terutama pengangguran terdidik di Indonesia.

Sehingga masih banyak peluang untuk mereka membantu para pengangguran keluar dari permasalahannya. Seperti yang dikatakan oleh Purdi E Chandra dalam ”Cara Gila jadi Pengusaha”,memulai usaha bisa hanya bermodal semangat pantang menyerah dan bantuan doa.Jangan pernah berpikir bahwa yang namanya modal hanya berupa uang.(*)

Pramudita Aulia
Mahasiswa Teknik Mesin,
Fakultas Teknik

[ Sumber : seputar-indonesia ]

Nov 29 2008

Tayangan Foto Lewat RCTI

Pada bulan April 2008 acara ”Saatnya Jadi Idola” yang ditayangkan di RCTI memakai sebuah foto ibu sedang menggendong anaknya sambil menjunjung sekeranjang sayur. Foto itu diambil dari internet lalu dipakai tanpa pemberitahuan kepada saya sebagai pemilik karya. Foto itu saya buat di Desa Genikan, desa di lereng Gunung Merbabu, tempat saya sedang melakukan riset untuk film dokumenter sejak 2006.

Kemunculan foto itu di TV mencederai hubungan yang sudah saya bangun hampir dua tahun dengan masyarakat di desa itu. Sebab, ada anggapan bahwa saya menjual dan mendapat uang dari pemunculan foto itu. Sementara penduduk yang menjadi model foto tak mendapatkan apa-apa. Dalam sebuah produksi dokumenter (yang tidak dengan gaya TV) sebuah kepercayaan antara pembuat dengan protagonis dan masyarakat di sekitarnya adalah hal yang paling penting.

Karena itu, saya tak menggarisbawahi persoalan hak cipta dan membawanya ke wilayah hukum. Yang saya minta dari RCTI adalah tanggung jawab terhadap apa yang sudah diakibatkan oleh pemunculan foto itu, yaitu hubungan yang rusak antara saya dan orang lain. Sudah sekitar enam bulan berlalu permasalahan masih terkatung-katung.

Shalahuddin Siregar Warungboto II UH IV/931, Yogyakarta

[ Sumber : kompas ]

Nov 28 2008

Memahami Metode Belajar Aktif

Tidak dipungkiri, anak pintar masih identik dengan ukuran tingginya angka intelligence quotient (IQ). Padahal, IQ hanya mengukur sebagian kecil dari kapasitas otak manusia.

Banyak potensi lain yang dapat dikembangkan dari seorang anak, yang dikenal dengan istilah kecerdasan majemuk (multiple intelligence).
Pada dasarnya setiap anak usia pra sekolah yaitu 1-6 tahun memiliki berbagai aspek kecerdasan majemuk yang dapat dikembangkan.

Dengan pendekatan kecerdasan majemuk, setiap anak diakui memiliki kecerdasan yann teridiri dari sembilan aspek dengan pola yang berbeda-beda.
Menurut teori Howard Garder, sembilan aspek kecerdasan tersebut terdiri dari kecerdasan verbal-linguistic, logika-matematika, visual-spasial, kinestetik tubuh, musical ritmis, interpersonal, intrapersonal, alam dan moral.

Metode belajar yang dapat mendukung perkembangan kecerdasan majemuk yaitu metode belajar aktif.

Psikolog pendidikan dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, DR. Rose Mini AP. M.Psi menjelaskan, metode belajar aktif ialah metode belajar dengan proses penguasaan materi yang memungkinkan para siswa melakukan kegiatan.

“Jadi belajar aktif, anak-anak juga melakukan segala sesuatu. Ketika guru berhadapan dengan anak, maka anak yang diharapkan meningkatkan diri,” kata Rose Mini.

Dia menuturkan, keuntungan bagi orangtua mengenal sembilan aspek kecerdasan yaitu dapat memahami kemampuan anaknya.
Rose Mini kembali memberi contoh, salah seorang siswa yang tidak menyukai pelajaran matematika. Namun, memiliki kemampuan kinestetik tubuh yang baik, terutama dalam kegiatan olahraga sepak bola.

“Jika diajarkan memutar 45º didalam gambar dalam pelajaran matematika, dia tidak mengerti. Namun, jika disuruh memutar 45º dengan bola basket, dia bisa berputar dan berhenti dengan tepat. Artinya, masukkan sesuatu melalui hal yang dominan dari seseorang sehingga akan lebih mudah,” urai Rose Mini.
Dia mengemukakan beberapa ciri dari belajar aktif, yaitu menggunakan contoh konkrit dan praktis selama proses belajar.

Kemudian, proses belajar dilakukan dua arah, tidak hanya guru yang memberikan materi. Lalu para siswa diharapkan dapat mempraktekkan materi yang sedang dipelajari.
Komunikasi dua arah antara anak dengan guru atau orangtua penting dilakukan dalam metode belajar aktif. Beri kesempatan anak untuk mengungkapkan apa yang dia rasakan atau inginkan.

Dia mencontohkan, salah satu kegiatan yang dilakukan para siswa di Taman Kanak-kanak yaitu mengunjungi pasar tradisional. Mereka juga dibekali uang secukupnya. Dari interaksi anak dengan pedagang di pasar, jelas Rose Mini, dapat mengasah beberapa kecerdasan.
Kecerdasan linguisitik, ketika berbicara dengan pedagang. Kecerdasan interpersonal untuk berhubungan dengan orang lain dan kecerdasan intrapersonal yang berkaitan dengan percaya diri. Kemudian, kecerdasan logika-matematika anak bisa memperkirakan dengan uang yagn dibawanya dia bisa mendapatkan apa saja.

“Dengan kegiatan ini, anak bisa mengetahui nilai uang. Apalagi biasanya anak ikut orangtua ke pasar swalayan yang tidak ada interaksi langsung,” terangnya. (ri)

[ Sumber : republika ]

Nov 28 2008

Tabung Gas pun Pilih Kasih

BERSAMA ini saya informasikan bahwa warga di RW 15 Cicukang Indah, Desa Mekarrahayu, Kec. Margaasih, Kab. Bandung baru sebagian yang menerima kompor dan tabung gas dari pemerintah yang diterima pada tanggal 1 November 2008.

Berdasarkan pengajuan dari warga yang mengisi formulir (angket) dari Pertamina dan memerlukan kompor dan tabung gas dari pemerintah, maka RW kami mengajukan 213 pemohon, tetapi yang diberi baru 140 pemohon. Sisanya 73 pemohon lagi belum kebagian dan masih menunggu pembagian susulan.

Saya tidak tahu siapa atau pihak mana yang salah dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah mengenai konversi minyak tanah ke gas ini sehingga kurang berjalan lancar, tidak akurat seperti yang diharapkan oleh rakyat dan pemerintah sendiri.

Saya sendiri sudah dapat bagian dan menikmati kompor dan tabung gas dari pemerintah itu pada 1 November yang lalu, tetapi tergerak hati untuk menulis informasi ini ke “PR” karena merasa simpati kepada sesama warga yang belum dapat bagian yang masih kesusahan memenuhi keperluan masaknya dalam keadaan harga minyak tanah mahal dan susah dicari.

Saya juga tidak mengerti bagaimana sistem/prosedur konversi minyak tanah ke gas ini, karena ketika sebagian warga di RW kami masih belum dapat bagian, di RW tetangga yang warganya sudah semuanya dapat bagian, malah sudah mengajukan lagi meminta kompor dan tabung gas untuk diberikan kepada UKM.

Saya percaya bahwa “PR” tidak merasa bosan menanggapi pengaduan pembaca soal bagian kompor dan tabung gas ini, karena hal ini merupakan hajat hidup orang banyak (rakyat Indonesia). Sekarang sebanyak 73 keluarga RW 15 Desa Mekarrahayu, Kec. Margaasih, Kab. Bandung dan mungkin sekali masih banyak warga daerah lain sangat mengharapkan datangnya bagian kompor dan tabung gas itu secepatnya.

Terima kasih kepada Redaksi “PR” atas dimuatnya informasi ini. Semoga “PR” semakin dicintai dan digandrungi pembacanya.

Yusuf Iskandar, B.A.
Jln. Cicukang Indah 6 No. 9
RT 03 RW 15
Desa Mekarrahayu
Kec. Margaasih Kab. Bandung

[ Sumber : pikiran-rakyat ]

Nov 28 2008

Mangga di Supermarket D’Best Fatmawati

Pada tanggal 2 November 2008, saya belanja di supermarket D’Best Fatmawati, Jakarta Selatan, yang merupakan rutinitas setiap hari Sabtu atau Minggu belanja di sana. Saya ke stan buah mangga dan memegang mangga manalagi, tetapi seorang petugas (Saudara A—yang mengaku supervisor) tiba-tiba menegur agar tidak memencet mangga itu.

Spontan saya kembalikan ke tempatnya dan petugas itu langsung menggerutu serta memeriksa mangga tersebut bagaikan barang antik yang tidak boleh tersentuh, padahal saya sama sekali tidak memencet dan hanya memegang. Apakah memang harus seperti ini perlakuan terhadap pelanggan? Adu mulut terjadi dan saya putuskan untuk membayar mangga tersebut, tetapi dia menjawab dengan nada tinggi sampai pembeli lain melihat.

Dengan sombongnya yang bersangkutan mengatakan: ”Saya juga punya uang dan juga kartu kredit sambil mengeluarkan dari dompet,” sambil melempar ke keranjang belanjaan. Saya meninggalkan petugas tersebut dan mencari manajer dan kami bertiga dengan supervisor dibawa ke ruang gudang. Tidak ada empati dari manajer yang hanya membela si supervisor.

Unik Ambarwati Jalan Cilandak Dalam III Nomor 8 A, Jakarta

[ Sumber ]

Kumpulan Orang Hebat

JOIN KOMUNITAS INI!

HOT Gosip

Sheila Digandeng Jadi Model Video Klip
Meski berstatus sebagai tahanan karena terlibat tindak pidana pemilikan dan penggunaan narkoba, namun Sheila Marcia Joseph menjadi incaran grup band Seventeen untuk berperan sebagai model di video klip album terbaru untuk lagu Lelaki Hebat.
Mon, 01 Dec 2008 23:09:00 +0700

Sheila Manggung, Ibunya Menangis
Ada suasana haru yang terjadi di Rutan Pondok Bambu Jakarta Timur, Senin(1/12) siang tadi. Sheila Marcia Joseph yang ditahan atas dakwaan kepemilikan dan penggunaan narkoba naik ke panggung bersama grup band Seventeen untuk memperingati hari AIDS sedunia. Saat menyanyi di atas panggung itulah ibu Sheila, Maria Joseph, merasa terharu dan menangis melihat kebahagiaan putrinya.
Mon, 01 Dec 2008 22:05:00 +0700

Ahmad Dhani Yakin Bisa Lolos
Beberapa poin tuntutan pakar Telematika Roy Suryo atas kasus pelecehan simbol negara, dinilai Ahmad Dhani sebagai sesuatu yang konyol belaka. Karena itu mantan suami Maia Estianty ini, selaku tergugat, yakin dapat bebas dari jeratan-jeratan hukum itu.
Mon, 01 Dec 2008 21:13:00 +0700

Ahmad Dhani: Roy Suryo Cuma Omong Besar
Bagi Dhani, apa yang ada dalam video klip lagu Perempuan Paling Cantik di Negeriku Indonesia itu bukan sebuah bendera yang dimaksud dalam PP 40/1958. Dirinya tahu persoalan hukum, jadi di video klip Dewa 19 itu tidak menggunakan bendera.
Mon, 01 Dec 2008 20:37:00 +0700