Oct 11 2008

Listrik Rumah Sakit Tria Dipa Padam

Pada 18 September 2008 ayah kami meninggal dunia di RS Tria Dipa, Jakarta Selatan. Bagi kami, itu takdir. Kami ikhlas menerimanya. Yang kami sesali, ayah kami tidak dirawat dan dilayani dengan baik oleh dokter maupun suster di rumah sakit itu.

Kekecewaan kami dimulai sejak membawa beliau ke Bagian unit gawat darurat (UGD) sehari sebelum meninggal. Pasien yang sangat kesakitan karena tidak bisa (maaf) buang air besar selama tiga hari tak segera dilayani. Justru disepelekan petugas UGD.

Alasan suster di UGD: dokter sedang shalat. Kami menunggu tanpa mendapat pertolongan pertama apa pun. Mereka malah sibuk menyuruh keluarga pasien menyelesaikan urusan administrasi terlebih dulu dengan sikap yang tak bersahabat. Bahkan, saat keluarga meminta tolong agar salah satu dari mereka bisa menyampaikan kepada dokter yang sedang shalat itu keadaan pasien yang tergolong kritis, mereka malah balik membentak keluarga dengan mengatakan: ”Nanti juga dokternya datang sendiri, sabar aja kenapa.”

Mereka malah asyik mengobrol soal rencana buka puasa. Saat itu kami masih mengelus dada dan mencoba bersabar diri, apalagi saat itu masih berpuasa. Setelah menunggu hampir setengah jam tanpa pertolongan, ayah kami akhirnya masuk ruang UGD. Dugaan kami betul: penyakit yang dialami ayah sudah tergolong gawat. Saat itu juga ayah harus dirawat inap.

Kekecewaan kami berubah menjadi marah karena RS Tria Dipa tidak serius melayani pasien. Itu terbukti pada padamnya listrik rumah sakit. Ini fatal. Setidaknya tiga kali RS mengalami listrik padam. Listrik padam dua kali ketika pasien dirawat inap dan satu kali ketika sedang mendapat perawatan di ruang ICU.

Mengherankan, kenapa rumah sakit sebesar itu tidak memerhatikan masalah seperti ini. Ternyata padamnya listrik bukan kesalahan PLN, tetapi faktor internal: MCB berulang kali turun dan ternyata genset (sumber listrik cadangan) tak berfungsi otomatis karena akinya lemah dan belum diperbaiki. Dimas Fuady Jalan Waru VII, Cengkareng, Jakarta

[ Sumber kompas ]

TINGGALKAN KOMENTAR ANDA

Subscribe Form

Berlangganan

Kumpulan Orang Hebat

JOIN KOMUNITAS INI!

HOT Gosip

Sheila Digandeng Jadi Model Video Klip
Meski berstatus sebagai tahanan karena terlibat tindak pidana pemilikan dan penggunaan narkoba, namun Sheila Marcia Joseph menjadi incaran grup band Seventeen untuk berperan sebagai model di video klip album terbaru untuk lagu Lelaki Hebat.
Mon, 01 Dec 2008 23:09:00 +0700

Sheila Manggung, Ibunya Menangis
Ada suasana haru yang terjadi di Rutan Pondok Bambu Jakarta Timur, Senin(1/12) siang tadi. Sheila Marcia Joseph yang ditahan atas dakwaan kepemilikan dan penggunaan narkoba naik ke panggung bersama grup band Seventeen untuk memperingati hari AIDS sedunia. Saat menyanyi di atas panggung itulah ibu Sheila, Maria Joseph, merasa terharu dan menangis melihat kebahagiaan putrinya.
Mon, 01 Dec 2008 22:05:00 +0700

Ahmad Dhani Yakin Bisa Lolos
Beberapa poin tuntutan pakar Telematika Roy Suryo atas kasus pelecehan simbol negara, dinilai Ahmad Dhani sebagai sesuatu yang konyol belaka. Karena itu mantan suami Maia Estianty ini, selaku tergugat, yakin dapat bebas dari jeratan-jeratan hukum itu.
Mon, 01 Dec 2008 21:13:00 +0700

Ahmad Dhani: Roy Suryo Cuma Omong Besar
Bagi Dhani, apa yang ada dalam video klip lagu Perempuan Paling Cantik di Negeriku Indonesia itu bukan sebuah bendera yang dimaksud dalam PP 40/1958. Dirinya tahu persoalan hukum, jadi di video klip Dewa 19 itu tidak menggunakan bendera.
Mon, 01 Dec 2008 20:37:00 +0700