<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>PaCamat.com</title>
	<atom:link href="http://www.pacamat.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.pacamat.com</link>
	<description>Kumpulan Opini Indonesia</description>
	<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 10:37:09 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Kartu Pemilih untuk Pemilu/Pilkada Mubazir</title>
		<link>http://www.pacamat.com/kartu-pemilih-untuk-pemilupilkada-mubazir/</link>
		<comments>http://www.pacamat.com/kartu-pemilih-untuk-pemilupilkada-mubazir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 10:34:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pacamat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kompas]]></category>

		<category><![CDATA[Pelayanan Umum]]></category>

		<category><![CDATA[kartu pemilih]]></category>

		<category><![CDATA[kpps]]></category>

		<category><![CDATA[mubazir]]></category>

		<category><![CDATA[pilkada]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pacamat.com/?p=3058</guid>
		<description><![CDATA[Menjelang penyelenggaraan pemilihan umum legislatif/presiden dan pilkada, setiap calon pemilih mendapatkan satu lembar kartu mungil ukuran surat izin mengemudi yang disebut ”Kartu Pemilih” .
Kartu mungil dengan cukup manis seolah sebuah penghargaan untuk calon pemilih, tetapi begitu menerima kartu serupa untuk kedua dan ketiga kali setiap menjelang pemilu/pilkada, terlontar pertanyaan: ”untuk apa kartu ini?” Sudah berkali-kali [...]<script type="text/javascript">SHARETHIS.addEntry({ title: "Kartu Pemilih untuk Pemilu/Pilkada Mubazir", url: "http://www.pacamat.com/kartu-pemilih-untuk-pemilupilkada-mubazir/" });</script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.pacamat.com/wp-content/uploads/2008/12/kartu_pemilih.jpg"><img class="size-full wp-image-3060 alignleft" title="kartu_pemilih" src="http://www.pacamat.com/wp-content/uploads/2008/12/kartu_pemilih.jpg" alt="" width="285" height="252" /></a>Menjelang penyelenggaraan pemilihan umum legislatif/presiden dan pilkada, setiap calon pemilih mendapatkan satu lembar kartu mungil ukuran surat izin mengemudi yang disebut ”Kartu Pemilih” .</p>
<p>Kartu mungil dengan cukup manis seolah sebuah penghargaan untuk calon pemilih, tetapi begitu menerima kartu serupa untuk kedua dan ketiga kali setiap menjelang pemilu/pilkada, terlontar pertanyaan: ”untuk apa kartu ini?” Sudah berkali-kali saya mendapat kesempatan untuk menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di desa tempat tinggal, tetapi saya belum tahu persis apa jawaban terhadap pertanyaan tersebut.</p>
<p>Kalimat pendek yang saya gunakan untuk menjawab: ”Simpan baik-baik dan harap dibawa saat memberikan suara.” Pilgub Jawa Tengah belum lama berselang saya masih dipercaya menjadi anggota KPPS dan untuk kesekian kalinya pertanyaan senada dilontarkan oleh mereka—calon pemilih. Dengan jawaban yang persis pula saya kemukakan. Di luar dugaan mereka berandai-andai: ”Kalau satu kartu pemilih bernilai Rp 500 bisa dihitung beberapa miliar rupiah terbuang untuk kartu yang tak banyak manfaat dengan fungsi jangka pendek pula.”</p>
<p>Bukankah lebih hemat jika satu kartu berlaku untuk lima tahun? Tidak perlu setiap kali menjelang pemilu atau pilkada dibagikan kartu sejenis. Kartu baru hanya diberikan kepada pemilih pemula. Saya hanya mengangguk kepala tanda setuju atas komentar mereka terhadap kartu pemilih. Sebuah kritik kecil dari rakyat kecil yang mudah-mudahan tidak dianggap hal kecil.<br />
<em><strong>Kusyardi </strong>Desa Ponolawen RT 013 RW 006, Kesesi, Pekalongan</em></p>
<p>[ <a href="http://cetak.kompas.com">Sumber</a> ]</p>
<p><a href="http://sharethis.com/item?&wp=2.6.5&amp;publisher=2b0ee165-7d12-4fa7-831b-42c6051c0a67&amp;title=Kartu+Pemilih+untuk+Pemilu%2FPilkada+Mubazir&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.pacamat.com%2Fkartu-pemilih-untuk-pemilupilkada-mubazir%2F">ShareThis</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pacamat.com/kartu-pemilih-untuk-pemilupilkada-mubazir/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Premium Masih Bisa Turun Lagi</title>
		<link>http://www.pacamat.com/premium-masih-bisa-turun-lagi/</link>
		<comments>http://www.pacamat.com/premium-masih-bisa-turun-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 10:31:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pacamat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>

		<category><![CDATA[minyak]]></category>

		<category><![CDATA[turun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pacamat.com/?p=3055</guid>
		<description><![CDATA[
Sejak dini hari pukul 24.00 WIB tadi harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium telah diturunkan Rp500 dari Rp6.000 menjadi Rp5.500 per liter.Penurunan premium diperkirakan masih bisa sekali lagi. ”Kalau diturunkan hanya Rp500 masih bisa turun lagi.
Penurunannya kemungkinan ditunggu 2–3 bulan lagi,” ujar pengamat perminyakan Kurtubi di Jakarta kemarin. Kurtubi mengatakan, harga BBM jenis [...]<script type="text/javascript">SHARETHIS.addEntry({ title: "Premium Masih Bisa Turun Lagi", url: "http://www.pacamat.com/premium-masih-bisa-turun-lagi/" });</script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.pacamat.com/wp-content/uploads/2008/12/bensin.jpg"><img class="size-full wp-image-3056 aligncenter" title="bensin" src="http://www.pacamat.com/wp-content/uploads/2008/12/bensin.jpg" alt="" width="500" height="333" /></a></p>
<p>Sejak dini hari pukul 24.00 WIB tadi harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium telah diturunkan Rp500 dari Rp6.000 menjadi Rp5.500 per liter.Penurunan premium diperkirakan masih bisa sekali lagi. ”Kalau diturunkan hanya Rp500 masih bisa turun lagi.</p>
<p>Penurunannya kemungkinan ditunggu 2–3 bulan lagi,” ujar pengamat perminyakan Kurtubi di Jakarta kemarin. Kurtubi mengatakan, harga BBM jenis premium ini seharusnya berada di kisaran Rp4.500–5.500 per liter. Artinya, harga premium masih bisa turunhinggaRp1.000,sementaraharga solar turun hingga Rp500 per liter.</p>
<p>Penurunan tersebut dilihat berdasarkan harga minyak mentah dunia yang saat ini di kisaran USD50 per barel dan nilai tukar rupiah Rp12.000 per USD.Harga ini merosot dari posisi 147 dolar AS per barel pada pertengahan Juli 2008. ”Biaya pokok BBM Rp4.500–5.500. Itu dilihat berdasarkan harga minyak sekarang yang berada di kisaran USD50 per barel dan dolar Rp12.000 per USD,”ucap Kurtubi.</p>
<p>Selanjutnya, pada akhir Desember <a href="http://www.opinimasyarakat.com/2008/12/01/premium-masih-bisa-turun-lagi/#more-4306">baca kelanjutannya</a></p>
<p>[ Sumber <a href="http://www.opinimasyarakat.com/">opinimasyarakat</a> ]</p>
<p><a href="http://sharethis.com/item?&wp=2.6.5&amp;publisher=2b0ee165-7d12-4fa7-831b-42c6051c0a67&amp;title=Premium+Masih+Bisa+Turun+Lagi&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.pacamat.com%2Fpremium-masih-bisa-turun-lagi%2F">ShareThis</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pacamat.com/premium-masih-bisa-turun-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak Ada Jembatan Penyeberangan</title>
		<link>http://www.pacamat.com/tidak-ada-jembatan-penyeberangan/</link>
		<comments>http://www.pacamat.com/tidak-ada-jembatan-penyeberangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 10:16:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pacamat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kompas]]></category>

		<category><![CDATA[Pelayanan Umum]]></category>

		<category><![CDATA[alam surtra]]></category>

		<category><![CDATA[jalan]]></category>

		<category><![CDATA[jembatan]]></category>

		<category><![CDATA[lalu lintas]]></category>

		<category><![CDATA[padat]]></category>

		<category><![CDATA[penyebrangan]]></category>

		<category><![CDATA[polisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pacamat.com/?p=3052</guid>
		<description><![CDATA[
Arus lalu lintas Jalan Raya Serpong sepanjang hari sangat padat, apalagi pada jam-jam sibuk, tetapi di sepanjang jalan tersebut mulai dari keluar Jalan Tol Kebon Jeruk-Serpong, BSD sampai ke Vila Melati Mas sama sekali tidak ada satu pun sarana jembatan penyeberangan untuk pejalan kaki. Baru sesudah memasuki BSD, tepatnya setelah BSD Plaza, ada jembatan penyeberangan [...]<script type="text/javascript">SHARETHIS.addEntry({ title: "Tidak Ada Jembatan Penyeberangan", url: "http://www.pacamat.com/tidak-ada-jembatan-penyeberangan/" });</script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.pacamat.com/wp-content/uploads/2008/12/jalan-padat.jpg"><img class="size-medium wp-image-3053 alignleft" title="jalan-padat" src="http://www.pacamat.com/wp-content/uploads/2008/12/jalan-padat-300x197.jpg" alt="" width="300" height="197" /></a><br />
Arus lalu lintas Jalan Raya Serpong sepanjang hari sangat padat, apalagi pada jam-jam sibuk, tetapi di sepanjang jalan tersebut mulai dari keluar Jalan Tol Kebon Jeruk-Serpong, BSD sampai ke Vila Melati Mas sama sekali tidak ada satu pun sarana jembatan penyeberangan untuk pejalan kaki. Baru sesudah memasuki BSD, tepatnya setelah BSD Plaza, ada jembatan penyeberangan untuk pejalan kaki.</p>
<p>Arus lalu lintas yang demikian padat dan kendaraan yang lalu lalang sering dalam kecepatan yang tinggi dan sangat membahayakan keselamatan penyeberang jalan, apalagi jika sudah malam hari. Mohon perhatian dari pihak yang berwenang untuk mengadakan sarana-sarana jembatan penyeberang, lampu lalu lintas yang cukup di setiap tempat keramaian atau di persimpangan jalan/bundaran/depan kompleks perumahan, tanda zebra cross, lampu merah khusus untuk penyeberang jalan.</p>
<p>Titik-titik rawan tersebut, antara lain, adalah di depan Perumahan Gading Serpong, bundaran di depan Perumahan Alam Sutera, di depan WTC Serpong, dan juga depan pabrik-pabrik besar sepanjang Jalan Raya Serpong (PT Toto, PT Teijin), dan sebagainya. Khusus di depan bundaran Perumahan Alam Sutera, hampir setiap sore menjelang malam ada beberapa petugas polisi yang mengatur arus lalu lintas.</p>
<p>Para petugas ini dapat di- gantikan oleh sarana lampu lalu lintas untuk pengaturan arus kendaraan bermotor yang memadati di sekitar bundaran tersebut dan petugas polisi tersebut dapat menjalankan tugas-tugas lain di tempat-tempat yang lebih dibutuhkan. Mohon perhatian yang berwenang di daerah Serpong, Tangerang khususnya. Semoga mendapatkan perhatian dan tindak lanjut yang nyata untuk diwujudkan.<br />
<em>Jenni Linardi Sutra Gardenia V, Serpong, Tangerang</em><br />
[ <a href="http://cetak.kompas.com">Sumber</a> ]</p>
<p><a href="http://sharethis.com/item?&wp=2.6.5&amp;publisher=2b0ee165-7d12-4fa7-831b-42c6051c0a67&amp;title=Tidak+Ada+Jembatan+Penyeberangan&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.pacamat.com%2Ftidak-ada-jembatan-penyeberangan%2F">ShareThis</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pacamat.com/tidak-ada-jembatan-penyeberangan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengembalikan Citra Borobudur sebagai Wisata Budaya Dunia</title>
		<link>http://www.pacamat.com/mengembalikan-citra-borobudur-sebagai-wisata-budaya-dunia/</link>
		<comments>http://www.pacamat.com/mengembalikan-citra-borobudur-sebagai-wisata-budaya-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 01:55:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pacamat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>

		<category><![CDATA[borobudur]]></category>

		<category><![CDATA[budaya]]></category>

		<category><![CDATA[candi]]></category>

		<category><![CDATA[Candi Borobudur]]></category>

		<category><![CDATA[Citra]]></category>

		<category><![CDATA[Dunia]]></category>

		<category><![CDATA[kawasan]]></category>

		<category><![CDATA[obyek wisata]]></category>

		<category><![CDATA[Prambanan]]></category>

		<category><![CDATA[PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko]]></category>

		<category><![CDATA[Pusat Studi Budaya Lintas Agama]]></category>

		<category><![CDATA[religius]]></category>

		<category><![CDATA[tiket]]></category>

		<category><![CDATA[tujuh keajaiban dunia]]></category>

		<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pacamat.com/?p=3050</guid>
		<description><![CDATA[
Sekarang saatnya mengembalikan citra Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sebagai obyek wisata budaya dunia, meskipun candi Buddha terbesar ini sudah dikeluarkan dari tujuh keajaiban dunia.
Komisaris Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko, Setyono Djuandi Darmono di Yogyakarta, Jumat (28/11) mengatakan, karena itu masyarakat Indonesia harus mampu menciptakan sendiri sebutan Candi [...]<script type="text/javascript">SHARETHIS.addEntry({ title: "Mengembalikan Citra Borobudur sebagai Wisata Budaya Dunia", url: "http://www.pacamat.com/mengembalikan-citra-borobudur-sebagai-wisata-budaya-dunia/" });</script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.pacamat.com/wp-content/uploads/2008/11/borobudur.jpg"><img class="size-full wp-image-3049 aligncenter" title="Candi Borobudur" src="http://www.pacamat.com/wp-content/uploads/2008/11/borobudur.jpg" alt="" width="471" height="309" /></a></p>
<p>Sekarang saatnya mengembalikan citra Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sebagai obyek wisata budaya dunia, meskipun candi Buddha terbesar ini sudah dikeluarkan dari tujuh keajaiban dunia.</p>
<p>Komisaris Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko, Setyono Djuandi Darmono di Yogyakarta, Jumat (28/11) mengatakan, karena itu masyarakat Indonesia harus mampu menciptakan sendiri sebutan Candi Borobudur untuk menggantikan sebutan tujuh keajaiban dunia.</p>
<p>&#8220;Kita harus mampu menciptakan sebutan yang bisa diakui dunia, misalnya sebutan Candi Borobudur sebagai candi Buddha terbesar dan tertua di dunia, sehingga tanpa sebutan tujuh keajaiban dunia tidak masalah,&#8221; katanya sebelum acara pisah-sambut Dewan Komisaris dan Direksi PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko.</p>
<p>Selain itu, kata dia, Candi Borobudur dapat difungsikan sebagai Pusat Studi Budaya Lintas Agama dengan menyertakan lembaga dan obyek wisata religius di sekitar kawasan Candi Borobudur ke dalam program pengembangan pariwisata daerah setempat.</p>
<p>Di wilayah Candi Borobudur terdapat Sendangsono sebagai obyek wisata religius bagi umat Katholik, Pondok Pesantren Pabelan, Seminari di Magelang serta bangunan tempat ibadat umat Buddha yang sudah ratusan tahun usianya.</p>
<p>Semua itu bisa dikemas menjadi obyek wisata yang menarik dan sebagai pusat studi lintas agama. Untuk itu, menurut dia perlu mempromosikan Candi Borobudur dan Prambanan sebagai aset pariwisata yang diharapkan mengembalikan citra Indonesia, sehingga bisa mendatangkan investor dari luar negeri.</p>
<p>&#8220;Semua itu perlu kerja keras para pemangku kepentingan pariwisata agar dapat terealisir. Upaya tersebut diyakini bisa merubah persepsi dunia tentang Indonesia, dan melalui pariwisata yang aman dan damai diharapkan bisa mendatangan wisatawan mancanegara ke negeri ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan Taman Wisata Candi Borobudur dan Prambanan bisa dimanfaatkan untuk membantu mengembalikan citra Indonesia sebagai obyek utama kunjungan wisata di Indonesia maupun mancanegara.</p>
<p>Karena itu, target jangka panjang dan menengah adalah mendatangkan 10 juta wisatawan per tahun ke Candi Borobudur dan Prambanan serta menaikkan harga tiket tanda masuk ke taman wisata setempat.</p>
<p>&#8220;Jadi, jangan sampai obyek wisata budaya kelas dunia dihargai rendah dengan harga tiket tanda masuk yang murah hanya Rp100 ribu untuk wisatawan mancanegara. Padahal harga tiket masuk wisatawan ke Menara Eiffel di Prancis sebesar Rp1 juta,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, susunan Dewan Komisaris dan Direksi yang baru  terdiri Komisaris Utama Setyono D Darmono, dan Komisaris Sapta Nirwanda, Budi Susilo serta Buntje Harbunangin. Sedangkan Direktur Utama dijabat Purnomo Siswoprasetjo, dan para direktur terdiri Agus H Canny, Linus Jonan, Hendro Hastjarjo dan Retno Hardiasiwi W.</p>
<p>[ Sumber : <a href="http://www.mediaindonesia.com/">mediaindonesia</a> ]</p>
<p><a href="http://sharethis.com/item?&wp=2.6.5&amp;publisher=2b0ee165-7d12-4fa7-831b-42c6051c0a67&amp;title=Mengembalikan+Citra+Borobudur+sebagai+Wisata+Budaya+Dunia&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.pacamat.com%2Fmengembalikan-citra-borobudur-sebagai-wisata-budaya-dunia%2F">ShareThis</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pacamat.com/mengembalikan-citra-borobudur-sebagai-wisata-budaya-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mari Berpikir untuk Masa Depan</title>
		<link>http://www.pacamat.com/mari-berpikir-untuk-masa-depan/</link>
		<comments>http://www.pacamat.com/mari-berpikir-untuk-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 01:29:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pacamat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>

		<category><![CDATA[Pikiran Rakyat]]></category>

		<category><![CDATA[arus]]></category>

		<category><![CDATA[Banjir]]></category>

		<category><![CDATA[ekosistem]]></category>

		<category><![CDATA[hutan]]></category>

		<category><![CDATA[Masa Depan]]></category>

		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>

		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>

		<category><![CDATA[PerDa]]></category>

		<category><![CDATA[RTH]]></category>

		<category><![CDATA[sungai]]></category>

		<category><![CDATA[Waduk Jatiluhur]]></category>

		<category><![CDATA[Waduk Saguling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pacamat.com/?p=3046</guid>
		<description><![CDATA[
SEBELUMNYA saya ucapkan terima kasih atas dimuatnya surat ini. Saya sangat prihatin melihat bencana banjir yang terus menjadi langganan tiap tahun di Majalaya, Baleendah, dan Dayeuhkolot.
Dan solusi yang ditempuh pemerintah juga selalu menemui jalan buntu, seakan bencana banjir tersebut sudah masuk menjadi agenda rutin setiap tahunnya, apabila musim hujan tiba.
Ironis memang, melihat rumah-rumah dan vila-vila [...]<script type="text/javascript">SHARETHIS.addEntry({ title: "Mari Berpikir untuk Masa Depan", url: "http://www.pacamat.com/mari-berpikir-untuk-masa-depan/" });</script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;" align="justify"><a href="http://www.pacamat.com/wp-content/uploads/2008/11/future.jpg"><img class="size-full wp-image-3047 aligncenter" title="future" src="http://www.pacamat.com/wp-content/uploads/2008/11/future.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p align="justify">SEBELUMNYA saya ucapkan terima kasih atas dimuatnya surat ini. Saya sangat prihatin melihat bencana banjir yang terus menjadi langganan tiap tahun di Majalaya, Baleendah, dan Dayeuhkolot.</p>
<p align="justify">Dan solusi yang ditempuh pemerintah juga selalu menemui jalan buntu, seakan bencana banjir tersebut sudah masuk menjadi agenda rutin setiap tahunnya, apabila musim hujan tiba.</p>
<p align="justify">Ironis memang, melihat rumah-rumah dan vila-vila mewah di Bandung utara/mal-mal dibangun dengan tujuan pariwisata, menciptakan lapangan kerja, dsb. Akan tetapi berdampak buruk terhadap ekosistem sekitarnya, hutan yang gundul, kurangnya RTH, atau tidak dipikirkannya drainase yang baik. Walaupun pemerintah telah mengeluarkan perda-perda, akan tetapi perda tersebut hanya sebagai formalitas dalam arti pelaksanaannya sama sekali tidak ada/diabaikan.</p>
<p align="justify">Malahan pemangkasan Curug Jompong dan penyodetan sungai Citarum menjadi sasaran utama, namun tidak ada titik temu.</p>
<p align="justify">Apa benar jalan tersebut tidak akan berdampak lebih buruk? Menurut logika, apabila sungai dipangkas terus-menerus, faktor sedimentasi akan terus terbentuk, sehingga pada waktu banjir akan menjadi lumpur yang akan terbawa hingga ke dataran rendah (sasaran permukiman penduduk).</p>
<p align="justify">Menurut hemat saya, akan lebih baik apabila arus sungai bukan dibuat makin cepat turun, akan tetapi diperlambat arusnya.</p>
<p align="justify">Caranya? Curug Jompong tidak dipangkas, akan tetapi ditambah hambatannya, seperti panambahan batu-batuan/dibuatnya waduk-waduk kecil, sehingga proses erosi tidak terjadi karena terhambat oleh bebatuan dan aliran menuju dataran rendah menjadi lambat, sehingga otomatis saat hujan datang, aliran sungai tidak menjadi deras tak terbendung. Apabila menurut penelitian para ahli, pemangkasan Curug Jompong akan berdampak buruk terhadap Waduk Jatiluhur dan Saguling yang berdampak pada pasokan listrik semakin defisit, sebaiknya pemerintah berpikir dua kali untuk meneruskan rencananya melakukan penyodetan pada Sungai Citarum ataupun Curug Jompong, saat ini saja listrik sedang defisit, maka tahun-tahun selanjutnya listrik bukan defisit lagi, namun keseharian akan menjadi gelap gulita, hidup tanpa listrik, percuma!</p>
<p align="justify">Saya sebagai warga Bandung memohon kepada pemerintah, apabila memiliki rencana untuk mengatasi banjir, mohon dipikirkan dengan kepala dingin dan secara matang dampak jangka panjangnya seperti apa, karena ini menyangkut kesejahteraan rakyat, bukan sebagai projek percobaan.</p>
<p align="justify">Meiliani<br />
Jln. Situsari IV No. 2<br />
Cijagra - Lengkong<br />
Bandung 40265</p>
<p>[ Sumber : <a href="http://pikiran-rakyat.com/">pikiran-rakyat</a> ]</p>
<p><a href="http://sharethis.com/item?&wp=2.6.5&amp;publisher=2b0ee165-7d12-4fa7-831b-42c6051c0a67&amp;title=Mari+Berpikir+untuk+Masa+Depan&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.pacamat.com%2Fmari-berpikir-untuk-masa-depan%2F">ShareThis</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pacamat.com/mari-berpikir-untuk-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Waspadai Mediasi Kartu Kredit Lewat Pengacara</title>
		<link>http://www.pacamat.com/waspadai-mediasi-kartu-kredit-lewat-pengacara/</link>
		<comments>http://www.pacamat.com/waspadai-mediasi-kartu-kredit-lewat-pengacara/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 01:19:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pacamat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kompas]]></category>

		<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>

		<category><![CDATA[Produk/Jasa]]></category>

		<category><![CDATA[advokat]]></category>

		<category><![CDATA[agen]]></category>

		<category><![CDATA[bank]]></category>

		<category><![CDATA[bukti]]></category>

		<category><![CDATA[Jasa Finansial]]></category>

		<category><![CDATA[kartu]]></category>

		<category><![CDATA[klien]]></category>

		<category><![CDATA[konsultan]]></category>

		<category><![CDATA[kredit]]></category>

		<category><![CDATA[Mediasi]]></category>

		<category><![CDATA[negosiasi]]></category>

		<category><![CDATA[Pengacara]]></category>

		<category><![CDATA[surat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pacamat.com/?p=3042</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai pemegang kartu kredit, saya belum pernah menunggak pembayaran. Namun, masalah keuangan yang memburuk dan kesibukan untuk memulai usaha baru telah memaksa saya untuk menggunakan jasa perantara untuk mediasi/negosiasi ke bank.
Tertarik dengan iklan baris di media cetak yang ada setiap hari, saya menghubungi agen (Saudara Nelly dan Saudara Rusli Yani) yang berkantor di kompleks Duta [...]<script type="text/javascript">SHARETHIS.addEntry({ title: "Waspadai Mediasi Kartu Kredit Lewat Pengacara", url: "http://www.pacamat.com/waspadai-mediasi-kartu-kredit-lewat-pengacara/" });</script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.pacamat.com/wp-content/uploads/2008/11/key1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3044" title="solving problems" src="http://www.pacamat.com/wp-content/uploads/2008/11/key1.jpg" alt="" width="240" height="180" /></a>Sebagai pemegang kartu kredit, saya belum pernah menunggak pembayaran. Namun, masalah keuangan yang memburuk dan kesibukan untuk memulai usaha baru telah memaksa saya untuk menggunakan jasa perantara untuk mediasi/negosiasi ke bank.</p>
<p>Tertarik dengan iklan baris di media cetak yang ada setiap hari, saya menghubungi agen (Saudara Nelly dan Saudara Rusli Yani) yang berkantor di kompleks Duta Merlin, Jakarta. Setelah beberapa kali pertemuan dan melihat beberapa dokumen kesuksesan agen mendapatkan diskon minimum 50 persen untuk para klien, saya memutuskan untuk memakai jasanya berdasarkan dokumen perjanjian yang ditandatangani oleh Jou Hasyim Waimahing and Associates, kantor Advokat/Pengacara dan Konsultan Hukum awal Juni 2008.</p>
<p>Tarif untuk jasa ini harus dibayar di muka dan telah dilunasi. Sampai September 2008 harapan untuk mendapatkan jasa mediasi yang profesional ternyata sia-sia. Kantor advokat/pengacara dan konsultan hukum tersebut tidak pernah menghubungi saya untuk memberitahu perkembangan negosiasi, malah permintaan saya untuk bertemu sering ditolak tanpa alasan yang jelas. Terdapat indikasi bahwa lawyer telah mengetahui bahwa bank selalu menolak peran dia sebagai mediator. Hal ini terbukti dari tiga kali surat undangan (dengan interval satu minggu) dari lawyer ke masing-masing bank.</p>
<p>Indikasi ini semakin kuat karena tagihan utang maupun tukang tagih dari pihak bank tetap datang ke alamat saya meskipun lawyer mengaku telah mengirim surat kuasa ke bank untuk perubahan alamat. Karena tagihan utang terus membengkak dan pihak lawyer tidak pernah mau memberikan bukti tertulis tentang kemajuan negosiasi, saya akhirnya mengurus sendiri ke masing-masing bank pada Oktober 2008 dan telah selesai.</p>
<p>Pihak bank juga memberitahu bahwa semua surat dari lawyer selalu dikembalikan/ditolak. Pihak lawyer menolak mengembalikan biaya yang telah dibayarkan meskipun jelas-jelas telah menipu saya.</p>
<p><em>K Boenanto Jalan Dr Muewardi RT 002 RW 003, Grogol Petamburan, Jakarta</em></p>
<p>[ Sumber : <a href="http://cetak.kompas.com/opini">kompas</a> ]</p>
<p><a href="http://sharethis.com/item?&wp=2.6.5&amp;publisher=2b0ee165-7d12-4fa7-831b-42c6051c0a67&amp;title=Waspadai+Mediasi+Kartu+Kredit+Lewat+Pengacara&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.pacamat.com%2Fwaspadai-mediasi-kartu-kredit-lewat-pengacara%2F">ShareThis</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pacamat.com/waspadai-mediasi-kartu-kredit-lewat-pengacara/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Para Caleg &#8220;Ngaca&#8221; Diri Dulu &#8220;Dong&#8221;</title>
		<link>http://www.pacamat.com/para-caleg-ngaca-diri-dulu-dong/</link>
		<comments>http://www.pacamat.com/para-caleg-ngaca-diri-dulu-dong/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 01:07:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pacamat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pikiran Rakyat]]></category>

		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<category><![CDATA[Caleg]]></category>

		<category><![CDATA[calon legislatif]]></category>

		<category><![CDATA[cermin]]></category>

		<category><![CDATA[Hukum]]></category>

		<category><![CDATA[ijazah]]></category>

		<category><![CDATA[rakyat]]></category>

		<category><![CDATA[Undang-Undang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pacamat.com/?p=3039</guid>
		<description><![CDATA[
BERJUANG dan berusaha memperbaiki kehidupan diri, sah-sah saja, bahkan wajib hukumnya. Tetapi, kalau usaha itu untuk meraih sesuatu kedudukan yang jika didapat nanti membawa konsekuensi harus memerhatikan kepentingan orang banyak, seharusnya kita lebih jujur dalam menilai diri sendiri. Kalau kita merasa tidak memiliki kapasitas yang dibutuhkan oleh kedudukan itu, sebaiknya buru-buru kita surut dan memberikan [...]<script type="text/javascript">SHARETHIS.addEntry({ title: "Para Caleg &#8220;Ngaca&#8221; Diri Dulu &#8220;Dong&#8221;", url: "http://www.pacamat.com/para-caleg-ngaca-diri-dulu-dong/" });</script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;" align="justify"><a href="http://www.pacamat.com/wp-content/uploads/2008/11/mirror.jpg"><img class="size-full wp-image-3040 aligncenter" style="border:none;" title="mirror" src="http://www.pacamat.com/wp-content/uploads/2008/11/mirror.jpg" alt="" width="414" height="289" /></a></p>
<p align="justify">BERJUANG dan berusaha memperbaiki kehidupan diri, sah-sah saja, bahkan wajib hukumnya. Tetapi, kalau usaha itu untuk meraih sesuatu kedudukan yang jika didapat nanti membawa konsekuensi harus memerhatikan kepentingan orang banyak, seharusnya kita lebih jujur dalam menilai diri sendiri. Kalau kita merasa tidak memiliki kapasitas yang dibutuhkan oleh kedudukan itu, sebaiknya buru-buru kita surut dan memberikan peluang kepada orang lain yang lebih mampu. Ini kalau kita menganggap suatu kedudukan yang terhormat itu sebagai amanah!</p>
<p align="justify">Sekarang ini kan lain, bahkan untuk merebut kedudukan terhormat (caleg, capres, dll.) orang rela menjadi penipu dengan ijazah palsunya, atau nekat terus mencalonkan diri walaupun dia tahu dirinya tidak memenuhi syarat yang dibutuhkan! Kedudukan-kedudukan terhormat itu kan seharusnya diincar oleh seseorang, siapa pun dia, agar berkesempatan bisa secara optimal mengabdi kepada negara dan bangsanya. Kalau dalam mengawali usaha untuk meraih kedudukan tersebut sudah menghalalkan segala cara dan berusaha melanggar aturan, lalu figur pimpinan seperti apa yang akan kita peroleh?</p>
<p align="justify">Oleh karena itu, saya mengimbau kepada Saudara-saudara semua untuk mengakhiri usaha dengan cara tidak terpuji. Sayangilah tanah airmu dan sayangilah bangsamu! Kita sudah tertinggal jauh dari bangsa lain. Rakyat sudah lama merindukan kehidupan yang lebih sejahtera, aman, adil, dan terhormat! Jadi biarkanlah hanya orang-orang yang sehat, cakap, dan berakhlak terpuji yang memimpin negeri ini. Hanya orang-orang seperti itu yang akan bisa membesarkan negara dan bangsa ini! Di sini peran pembuat aturan atau undang-undang sangat dibutuhkan, lugas dalam substansinya dan lugas dalam aplikasinya. Jangan lagi ada kompromi-kompromi politik yang bisa melemahkan sistem penjaringan, penyaringan, pemilihan, dan menjadi tidak bermutu. Lebih terhormat menjadi warga negara biasa yang baik daripada menjadi pemimpin yang nggak becus. Terima kasih &#8220;PR&#8221;.</p>
<p align="justify">H. Soemargyadi<br />
Jln. Pak Gatot VI No. 235B<br />
Gegerkalong<br />
Bandung</p>
<p>[ Sumber : <a href="http://pikiran-rakyat.com/">pikiran-rakyat</a> ]</p>
<p><a href="http://sharethis.com/item?&wp=2.6.5&amp;publisher=2b0ee165-7d12-4fa7-831b-42c6051c0a67&amp;title=Para+Caleg+%26%238220%3BNgaca%26%238221%3B+Diri+Dulu+%26%238220%3BDong%26%238221%3B&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.pacamat.com%2Fpara-caleg-ngaca-diri-dulu-dong%2F">ShareThis</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pacamat.com/para-caleg-ngaca-diri-dulu-dong/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menghindari PHK, Berwirausahalah!</title>
		<link>http://www.pacamat.com/menghindari-phk-berwirausahalah/</link>
		<comments>http://www.pacamat.com/menghindari-phk-berwirausahalah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 00:58:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pacamat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[Seputar Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[karyawan]]></category>

		<category><![CDATA[kerja]]></category>

		<category><![CDATA[korban]]></category>

		<category><![CDATA[pengusaha]]></category>

		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>

		<category><![CDATA[PHK]]></category>

		<category><![CDATA[Usaha]]></category>

		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pacamat.com/?p=3034</guid>
		<description><![CDATA[RESESI dunia yang semakin dahsyat melanda hampir semua negara di dunia membuat semua kalangan merasakan dampaknya.Walau belum signifikan,namun diprediksi akan semakin terasa akibatnya.
Dari pejabat hingga rakyat jelata, dari pengusaha sampai buruh kerja. Harga bahan baku yang semakin merangkak naik dan daya beli masyarakat yang mulai menurun, membuat para pengusaha mulai berpikir bagaimana caranya menjaga kestabilan [...]<script type="text/javascript">SHARETHIS.addEntry({ title: "Menghindari PHK, Berwirausahalah!", url: "http://www.pacamat.com/menghindari-phk-berwirausahalah/" });</script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.pacamat.com/wp-content/uploads/2008/11/florist21.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3037" title="florist" src="http://www.pacamat.com/wp-content/uploads/2008/11/florist21.jpg" alt="" width="280" height="278" /></a>RESESI dunia yang semakin dahsyat melanda hampir semua negara di dunia membuat semua kalangan merasakan dampaknya.Walau belum signifikan,namun diprediksi akan semakin terasa akibatnya.</p>
<p>Dari pejabat hingga rakyat jelata, dari pengusaha sampai buruh kerja. Harga bahan baku yang semakin merangkak naik dan daya beli masyarakat yang mulai menurun, membuat para pengusaha mulai berpikir bagaimana caranya menjaga kestabilan keuangan perusahaan.</p>
<p>Dari memangkas biaya produksi sampai mulai mengurangi jumlah karyawan, atau biasa kita dengar istilah eufemistisnya ”merumahkan” serta melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Cara terakhir inilah yang sering dilakukan para pengusaha. Mereka beranggapan inilah yang terbaik.</p>
<p>Padahal di balik itu semua,harusnya mereka sadari betapa banyak keluarga yang akan mereka korbankan untuk kepentingan perusahaan. Benar-benar keputusan yang sangat sulit di saat yang seperti ini. Pemerintah pun hanya bisa mengimbau kepada kalangan pengusaha untuk tidak melakukan PHK di saat seperti ini.</p>
<p>Sekali lagi,hanya mengimbau.Tidak ada langkah konkret yang dilakukan. Sudah saatnya para buruh untuk berpikir luas dan lebih kreatif.Mulailah berpikir untuk berwirausaha.Para buruh tidak perlu takut untuk menghadapi bayang-bayang ancaman PHK dari perusahaan, jika mereka bisa berwirausaha.</p>
<p>Walau hanya usaha skala kecil,tentu sedikit demi sedikit akan berkembang.Jangan pernah lupa bahwa pengusaha- pengusaha yang saat ini menggaji dan mempekerjakan mereka adalah orang-orang yang dulunya mulai dari hal yang kecil.Masih banyak peluang usaha yang dapat digali. Ma-sih banyak juga para pengangguran,terutama pengangguran terdidik di Indonesia.</p>
<p>Sehingga masih banyak peluang untuk mereka membantu para pengangguran keluar dari permasalahannya. Seperti yang dikatakan oleh Purdi E Chandra dalam ”Cara Gila jadi Pengusaha”,memulai usaha bisa hanya bermodal semangat pantang menyerah dan bantuan doa.Jangan pernah berpikir bahwa yang namanya modal hanya berupa uang.(*)</p>
<p><span style="font-weight: ">Pramudita Aulia </span><br style="font-weight: " /><span style="font-weight: ">Mahasiswa Teknik Mesin, </span><br style="font-weight: " /><span style="font-weight: ">Fakultas Teknik </span></p>
<p>[ Sumber : <a href="http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/index.php">seputar-indonesia</a> ]</p>
<p><a href="http://sharethis.com/item?&wp=2.6.5&amp;publisher=2b0ee165-7d12-4fa7-831b-42c6051c0a67&amp;title=Menghindari+PHK%2C+Berwirausahalah%21&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.pacamat.com%2Fmenghindari-phk-berwirausahalah%2F">ShareThis</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pacamat.com/menghindari-phk-berwirausahalah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tayangan Foto Lewat RCTI</title>
		<link>http://www.pacamat.com/tayangan-foto-lewat-rcti/</link>
		<comments>http://www.pacamat.com/tayangan-foto-lewat-rcti/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 00:35:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pacamat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kompas]]></category>

		<category><![CDATA[Properti]]></category>

		<category><![CDATA[dokumenter]]></category>

		<category><![CDATA[Foto]]></category>

		<category><![CDATA[Gunung Merbabu]]></category>

		<category><![CDATA[hak cipta]]></category>

		<category><![CDATA[Hukum]]></category>

		<category><![CDATA[internet]]></category>

		<category><![CDATA[karya]]></category>

		<category><![CDATA[model]]></category>

		<category><![CDATA[rcti]]></category>

		<category><![CDATA[riset]]></category>

		<category><![CDATA[Saatnya Jadi Idola]]></category>

		<category><![CDATA[stasiun TV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pacamat.com/?p=3031</guid>
		<description><![CDATA[
Pada bulan April 2008 acara ”Saatnya Jadi Idola” yang ditayangkan di RCTI memakai sebuah foto ibu sedang menggendong anaknya sambil menjunjung sekeranjang sayur. Foto itu diambil dari internet lalu dipakai tanpa pemberitahuan kepada saya sebagai pemilik karya. Foto itu saya buat di Desa Genikan, desa di lereng Gunung Merbabu, tempat saya sedang melakukan riset untuk [...]<script type="text/javascript">SHARETHIS.addEntry({ title: "Tayangan Foto Lewat RCTI", url: "http://www.pacamat.com/tayangan-foto-lewat-rcti/" });</script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.pacamat.com/wp-content/uploads/2008/11/camera-digital.jpg"><img class="size-full wp-image-3032 aligncenter" title="Camera" src="http://www.pacamat.com/wp-content/uploads/2008/11/camera-digital.jpg" alt="" width="408" height="272" /></a></p>
<p>Pada bulan April 2008 acara ”Saatnya Jadi Idola” yang ditayangkan di RCTI memakai sebuah foto ibu sedang menggendong anaknya sambil menjunjung sekeranjang sayur. Foto itu diambil dari internet lalu dipakai tanpa pemberitahuan kepada saya sebagai pemilik karya. Foto itu saya buat di Desa Genikan, desa di lereng Gunung Merbabu, tempat saya sedang melakukan riset untuk film dokumenter sejak 2006.</p>
<p>Kemunculan foto itu di TV mencederai hubungan yang sudah saya bangun hampir dua tahun dengan masyarakat di desa itu. Sebab, ada anggapan bahwa saya menjual dan mendapat uang dari pemunculan foto itu. Sementara penduduk yang menjadi model foto tak mendapatkan apa-apa. Dalam sebuah produksi dokumenter (yang tidak dengan gaya TV) sebuah kepercayaan antara pembuat dengan protagonis dan masyarakat di sekitarnya adalah hal yang paling penting.</p>
<p>Karena itu, saya tak menggarisbawahi persoalan hak cipta dan membawanya ke wilayah hukum. Yang saya minta dari RCTI adalah tanggung jawab terhadap apa yang sudah diakibatkan oleh pemunculan foto itu, yaitu hubungan yang rusak antara saya dan orang lain. Sudah sekitar enam bulan berlalu permasalahan masih terkatung-katung.</p>
<p><em>Shalahuddin Siregar Warungboto II UH IV/931, Yogyakarta</em></p>
<p>[ Sumber : <a href="http://cetak.kompas.com/opini">kompas</a> ]</p>
<p><a href="http://sharethis.com/item?&wp=2.6.5&amp;publisher=2b0ee165-7d12-4fa7-831b-42c6051c0a67&amp;title=Tayangan+Foto+Lewat+RCTI&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.pacamat.com%2Ftayangan-foto-lewat-rcti%2F">ShareThis</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pacamat.com/tayangan-foto-lewat-rcti/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Memahami Metode Belajar Aktif</title>
		<link>http://www.pacamat.com/memahami-metode-belajar-aktif/</link>
		<comments>http://www.pacamat.com/memahami-metode-belajar-aktif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 15:22:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pacamat</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>

		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[aktif]]></category>

		<category><![CDATA[Anak]]></category>

		<category><![CDATA[Belajar]]></category>

		<category><![CDATA[guru]]></category>

		<category><![CDATA[IQ]]></category>

		<category><![CDATA[Metode]]></category>

		<category><![CDATA[orangtua]]></category>

		<category><![CDATA[praktis]]></category>

		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<category><![CDATA[siswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pacamat.com/?p=3027</guid>
		<description><![CDATA[Tidak dipungkiri, anak pintar masih identik dengan ukuran tingginya angka intelligence quotient (IQ). Padahal, IQ hanya mengukur sebagian kecil dari kapasitas otak manusia.
Banyak potensi lain yang dapat dikembangkan dari seorang anak, yang dikenal dengan istilah kecerdasan majemuk (multiple intelligence).
Pada dasarnya setiap anak usia pra sekolah yaitu 1-6 tahun memiliki berbagai aspek kecerdasan majemuk yang dapat [...]<script type="text/javascript">SHARETHIS.addEntry({ title: "Memahami Metode Belajar Aktif", url: "http://www.pacamat.com/memahami-metode-belajar-aktif/" });</script>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.pacamat.com/wp-content/uploads/2008/11/child-study1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-3029" title="child-study" src="http://www.pacamat.com/wp-content/uploads/2008/11/child-study1-300x281.jpg" alt="" width="300" height="281" /></a>Tidak dipungkiri, anak pintar masih identik dengan ukuran tingginya angka<em> intelligence quotient </em>(IQ). Padahal, IQ hanya mengukur sebagian kecil dari kapasitas otak manusia.</p>
<p>Banyak potensi lain yang dapat dikembangkan dari seorang anak, yang dikenal dengan istilah kecerdasan majemuk (<em>multiple intelligence</em>).<br />
Pada dasarnya setiap anak usia pra sekolah yaitu 1-6 tahun memiliki berbagai aspek kecerdasan majemuk yang dapat dikembangkan.</p>
<p>Dengan pendekatan kecerdasan majemuk, setiap anak diakui memiliki kecerdasan yann teridiri dari sembilan aspek dengan pola yang berbeda-beda.<br />
Menurut teori Howard Garder, sembilan aspek kecerdasan tersebut terdiri dari kecerdasan verbal-linguistic, logika-matematika, visual-spasial, kinestetik tubuh, musical ritmis, interpersonal, intrapersonal, alam dan moral.</p>
<p>Metode belajar yang dapat mendukung perkembangan kecerdasan majemuk yaitu metode belajar aktif.</p>
<p>Psikolog pendidikan dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, DR. Rose Mini AP. M.Psi menjelaskan, metode belajar aktif ialah metode belajar dengan proses penguasaan materi yang memungkinkan para siswa melakukan kegiatan.</p>
<p>“Jadi belajar aktif, anak-anak juga melakukan segala sesuatu. Ketika guru berhadapan dengan anak, maka anak yang diharapkan meningkatkan diri,” kata Rose Mini.</p>
<p>Dia menuturkan, keuntungan bagi orangtua mengenal sembilan aspek kecerdasan yaitu dapat memahami kemampuan anaknya.<br />
Rose Mini kembali memberi contoh, salah seorang siswa yang tidak menyukai pelajaran matematika. Namun, memiliki kemampuan kinestetik tubuh yang baik, terutama dalam kegiatan olahraga sepak bola.</p>
<p>“Jika diajarkan memutar 45º didalam gambar dalam pelajaran matematika, dia tidak mengerti. Namun, jika disuruh memutar 45º dengan bola basket, dia bisa berputar dan berhenti dengan tepat. Artinya, masukkan sesuatu melalui hal yang dominan dari seseorang sehingga akan lebih mudah,” urai Rose Mini.<br />
Dia mengemukakan beberapa ciri dari belajar aktif, yaitu menggunakan contoh konkrit dan praktis selama proses belajar.</p>
<p>Kemudian, proses belajar dilakukan dua arah, tidak hanya guru yang memberikan materi. Lalu para siswa diharapkan dapat mempraktekkan materi yang sedang dipelajari.<br />
Komunikasi dua arah antara anak dengan guru atau orangtua penting dilakukan dalam metode belajar aktif. Beri kesempatan anak untuk mengungkapkan apa yang dia rasakan atau inginkan.</p>
<p>Dia mencontohkan, salah satu kegiatan yang dilakukan para siswa di Taman Kanak-kanak yaitu mengunjungi pasar tradisional. Mereka juga dibekali uang secukupnya. Dari interaksi anak dengan pedagang di pasar, jelas Rose Mini, dapat mengasah beberapa kecerdasan.<br />
Kecerdasan linguisitik, ketika berbicara dengan pedagang. Kecerdasan interpersonal untuk berhubungan dengan orang lain dan kecerdasan intrapersonal yang berkaitan dengan percaya diri. Kemudian, kecerdasan logika-matematika anak bisa memperkirakan dengan uang yagn dibawanya dia bisa mendapatkan apa saja.</p>
<p>“Dengan kegiatan ini, anak bisa mengetahui nilai uang. Apalagi biasanya anak ikut orangtua ke pasar swalayan yang tidak ada interaksi langsung,&#8221; terangnya. (ri)</p>
<p>[ Sumber : <a href="http://republika.co.id/halaman/1/1.html">republika</a> ]</p>
<p><a href="http://sharethis.com/item?&wp=2.6.5&amp;publisher=2b0ee165-7d12-4fa7-831b-42c6051c0a67&amp;title=Memahami+Metode+Belajar+Aktif&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.pacamat.com%2Fmemahami-metode-belajar-aktif%2F">ShareThis</a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pacamat.com/memahami-metode-belajar-aktif/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
