Utamakan Bus Umum di Bandara Soekarno-Hatta
- Isi Komentar
Transportasi merupakan kebutuhan utama penumpang yang tiba di suatu bandar udara. Sayang, pengaturan angkutan umum di Terminal I Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, sangat tidak teratur. Beberapa bulan terakhir ini para penumpang pesawat yang baru tiba harus menyeberangi jalan untuk naik bus Damri yang mangkal di pelataran parkir, tidak dapat lagi naik di teras seperti sebelumnya.
Para penumpang harus menunggu dan terus mengamati satu per satu bus Damri yang tiba agar tidak terlewati jurusan yang diinginkan dalam kondisi yang panas dan berdebu pada siang hari. Begitu bus yang diinginkan tiba, penumpang harus berebutan segera naik karena bus harus segera jalan. Hal ini sungguh tidak nyaman. Namun, anehnya, kendaraan pribadi bisa menurunkan penumpang di teras terminal, sementara kendaraan umum harus melakukannya dengan tergesa-gesa di pelataran parkir.
Penumpang harus mengangkat barangnya dan menyeberangi jalan yang ramai untuk menuju pintu masuk terminal yang cukup jauh. Apa tidak sebaiknya semua mobil berpelat kuning (umum), baik taksi maupun bus umum (Damri, Xtrans, dan lain-lain), ditempatkan secara teratur di depan teras terminal? Jadi, jalan di depan teras hanya diperuntukkan khusus bagi kendaraan umum pelat kuning, termasuk bus pariwisata.
Pembagian tempat diatur, misalnya, Damri di Terminal IB (mudah terjangkau), Xtrans di Terminal 1A, dan bus pariwisata di Terminal 1C. Dengan demikian, penumpang yang baru tiba mudah mengetahui lokasi keberangkatan dari setiap pengangkutan umum. Hal ini juga memudahkan PT Angkasa Pura II untuk memasang petunjuk arah transportasi. Semoga Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat memiliki pengaturan sistem transportasi yang lebih baik seperti pada bandara di luar negeri.
Sabilal Rusdi Kampung Banjir Kanal RT 003 RW 001, Grogol Petamburan, Jakarta
