Laboratorium Siloam Kebon Jeruk
- Isi Komentar
Tanggal 17 Agustus 2008 sekitar pukul 07.00 orangtua saya, Budi Santoso (nomor pasien: 10101910), melakukan cek darah di Unit Gawat Darurat (UGD) Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pengambilan darah oleh suster T telah mengakibatkan orangtua saya merasa kesakitan karena dari yang semula dekat lipatan tangan kiri (gagal) lalu dipindahkan ke dekat pergelangan tangan kanan tetap mengalami kesu- litan sehingga ia harus minta tolong kepada rekan kerjanya laki-laki.
Setelah itu saya disodorkan tempat untuk urine oleh petugas pria untuk pengambilan sampel urine dan kemudian dikembalikan ke suster T. Saat pengambilan hasil tes darah, saya melihat bahwa pada glukosa urine dinyatakan tidak ada bahan sehingga langsung saya tanyakan kepada petugas yang ada. Semula pihak UGD menyatakan ada kekurangan sampel urine, saya balik bertanya kenapa tidak diberitahu kalau ada kekurangan sampel urine.
Ternyata setelah diusut oleh suster H akhirnya suster T mengaku telah membuang sampel urine orangtua saya karena tidak tahu kalau perlu tes urine. Menurut suster H, suster T hanya suster jaga dan bukan yang biasa bekerja di laboratorium. Apakah manajemen Siloam Hospital Kebon Jeruk tidak bisa menempatkan orang-orang berdasarkan keahliannya di tempat yang benar, atau kekurangan orang sehingga pekerja harus bisa serabutan? Apakah hasil tes darah orangtua saya bisa dipertanggungjawabkan?
Gunawan Santoso Jalan D Sindereng D II/70 B, Jakarta
